Dewi Adikara’s Studio

Make Up Your Produk or Service at Dewi Adikara’s Studio! Dapatkan kepercayaan dari customer dengan produk kita yang terjamin kualitas dan mutunya

Bisnis besar tidak terbentuk secara tiba-tiba, semua perlu proses panjang dan pengorbanan yang luar biasa.

Ini pula yang saya rasakan selama bertahun-tahun. Berawal dari keinginan membantu suami untuk melunasi DP rumah yang kami idamkan, akhirnya saya coba untuk memulai berbisnis online.

Tahun 2011 awal, saya memulai bisnis online dan saat itu produk yang salah pilih adalah pernak-pernik unik. Hasilnya lumayan dan sedikit bisa menambah uang belanja.

Ternyata itu tidak bertahan lama, karena supplier yang biasa saya ambil barang kabur entah kemana. Dan saya sudah sempat deposit sejumlah uang di sana. Sedih, kecewa, marah pastinya. Tapi saya nggak mau berlarut-larut, karena ditangisi pun percuma, nggak akan merubah keadaan.

Akhirnya, suami mencabut izinnya.

Baca juga: Management Waktu

Keinginan untuk berbisnis masih sangat kuat. Tapi, demi menjaga keharmonisan dan keutuhan rumah tangga, saya mengalah dan tidak lagi melanjutkan berjualan online. Walaupun banyak teman-teman yang nanya ke saya, kok nggak jualan lagi?

Sampai di tahun 2013. ketika suami meminta saya resign setelah keguguran yang kedua. Saya memberanikan diri meminta izin ke suami, untuk kembali berbisnis dengan alasan saya bosan di rumah. Demi menjaga kewarasan saat itu, akhirnya suami mengizinkan.

Dan mulailah saya berbisnis online fashion. Meski saya tidak punya supplier yang tetap, artinya saya ambil produk dari mana saja asalkan laku.

Mungkin karena memang bakat berdagang ibu ada dalam diri saya. Saat itu jualan saya pun laku keras dan suami semakin memberikan restunya.

Tapi entah kenapa, saya tetap masih merasa ada yang mengganjal di hati. Sampai akhirnya tahun 2016 bulan Februari, muncul postingan sahabat saya tentang gamis salah satu brand yang sangat tidak familier bagi saya.

Mouza … brand mana sih ini? Karena saat itu, yang saya tau brand fashion yaa seperti Nibras, Keke dan sejenis itu lah.

Iseng saya komentar menanyakan harga, dan menurut saya saat itu harganya cukup fantastis.

Lama berselang, saya sempat melupakan postingan tersebut. Aampai akhirnya di bulan November, kembali postingannya lewat di beranda saya dan saat itu tentang open marketer.Iseng saya tanya-tanya syaratnya apa. Sampai kemudian ada inbox masuk di messenger saya dan dia jelaskan semuanya. Singkat cerita, saya bergabung menjadi marketer di timnya.

Baca juga: 4 Rahasia Sukses Pebisnis Online

Di sinilah, saya merasakan ada yang berbeda tentang pandangan bisnis yang selama ini saya jalankan. Bisnis itu bukan hanya tentang uang, untung dan rugi. Tapi bisnis itu lebih ke bagaimana menjadi wasilah untuk orang lain dan surga serta neraka.

Masya Allah, rasanya saya tertampar. Karena selama ini tujuan saya berbisnis hanya untuk mencari keuntungan semata. Sejak saat itu, semua mindset dan niat saya ubah.

Dan perjalanan panjang itu sekarang membuahkan hasil. Ada 100 orang lebih dalam team saya dan berjuang bersama-sama untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Masih banyak hal yang ingin saya capai. Membuat rumah baca, rumah Quran, rumah singgah. semua ini ada dalam benak saya dan harus saya wujudkan.

Tidak mudah memang, tapi saya yakin semua bisa diraih jika ada niat dan usaha serta ridho dari Allah.

Satu yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini. Untuk siapa pun yang ingin memulai bisnis, berbisnislah dengan Allah. Mulailah setting mindset anda bahwa bisnis bukan hanya mencari untung dan rugi. Tapi bagaimana bisnis menjadikan wasilah untuk orang lain.

Semoga bermanfaat. Salam sayang dari bakul gamis.

Sidoarjo, 09 Mei 2020