Dewi Adikara’s Studio

Make Up Your Produk or Service at Dewi Adikara’s Studio! Dapatkan kepercayaan dari customer dengan produk kita yang terjamin kualitas dan mutunya

Lebaran Idul Fitri tinggal menghitung hari. Jangan samakan Ramadhan tahun ini, dengan Ramadhan sebelum-sebelumnya.

Hari ini senin 18 Mei 2020 tepatnya hari ke 25 Ramadhan 144 H. Mendekati lebaran idul fitri pasti sibuk sendiri-sendiri. Menanti hari yang fitri, dalam situasi pandemi, ada yang sibuk mengkhatamkan baca al-qur’annya, sibuk bikin kue kering, sibuk membagikan paket arisan lebaran. Pokonya setiap orang berbeda-beda saat mendekati lebaran.

Baca juga: Optimalisasi Ibadah di bulan Ramadhan saat Pandemi

Apalagi untuk teman-teman yang memiliki online shop. Jangan sampai sibuk dengan orderan, sampai tidak sempat untuk mengerjakan amalan sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan. Dimana pahalanya dilipatgandakanπŸ˜”

Jangan sampai ya ….

Kita sama-sama saling mengingatkan yuk. Bukankah sudah jelas dalam al-qur’an, kita termasuk dalam kategori orang-orang yang mengalami kerugian. Kecuali orang-orang yang sering nasehat-menasehati dalam kesabaran, kebenaran dan ketaatan kepada Allah πŸ€—

Jangan sampai melewatkan momen Ramadhan, dengan tidak mengkhatamkan al-qur’an, minimal sekali saja. Rugi banget kalau sampai tidak khatam. Selain karena hanya di bulan Ramadhan saja, semua amal ibadah dilipatgandakan. Tidak ada jaminan juga bahwa tahun depan, Allah masih memberi kita umur yang cukup sampai Ramadhan 😒

Jangan samakan Ramadhan tahun ini dengan Ramadhan-ramadhan sebelumnya ya. Kesalahan ditahun lalu jangan, sampai terulang kembali 😊

Jika tahun kemarin sholat tarawih masih bolong-bolong, dan baca al-qur’annya tidak sampai khatam. Jangan sampai, tahun ini masih melakukan hal yang sama. Na’udzubillaah, jangan sampai yaa πŸ˜πŸ˜”πŸ™

Dan tidak terasa sudah mendekati lebaran, dimana umat Islam akan menyambut hari kemenangan. Meski tahun ini merayakan lebaran di tengah pandemi, jangan silaturahmi dengan keluarga terputus yaa. Karena di era yang semakin canggih ini, semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi. Misalnya, dengan hadirnya vitur video call. Sejauh apapun jarak, akan tetap menjangkau komunikasi dengan orang-orang tersayang.

Meski tidak bisa memberikan bingkisan secara langsung, pada keluarga yang jauh di sana. Kita masih bisa mengirim mentahnya, alias angpao dengan mentransfer uang. Bisa juga dengan membelikan produk atau makanan, yang memakai jasa kirim online. Praktis dan simple, tanpa harus mudik mendatangi satu persatu rumah sanak keluarga, bukan?

Bukan maksud tidak rindu akan kampung halaman atau keluarga. Tapi keadaan di tengah pandemi, yang mengharuskan kita seperti ini. Iya, soalnya darurat dan memang benar-benar darurat 😐

Sambut Ramadhan

Tetaplah sambut hari kemenangan seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi sekarang pemerintah mengharuskan diam di rumah saja. Itu sudah menjadi alternatif aman untuk saat ini.

Semoga selepas umat Islam menyambut hari kemenangan, pandemi ini benar-benar sudah pergi dari muka bumi ini. Semoga mereka para tenaga medis yang gugur, Allah terima semua amal ibadahnya. Insyaa Allah husnul khatimah, Allah catat sebagai syahid dunia. Pahlawan negara juga, aamiin allahumma aamiin ….

Baca juga: Menebar Kebaikan dari yang Kau Miliki

Allahumma innaka afuwwung kariim, tuhibbul ‘afwaa fa’fu ‘annii. Allahumma innaa kunnaa minadz-dzoolimiin.

Ampuni kami yaa Robb, sesungguhnya kami ini termasuk orang-orang yang dzolim. Jangan sampai dihari yang fitri nanti, masih ada titik noda yang melekat pada diri kami. Ampuni kami yaa Robb, ampuni kami sebagaimana layaknya seorang bayi yang bersih baru saja terlahir ke muka bumi ini. Aamiin … allahumma aamiin ….

Tetap semangat menyambut hari yang fitri, meski harus di rumah saja 😊

Insyaa Allah, Allah menurunkan musibah ini ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dan ambil, di dalam musibah yang telah terjadi.

Ayoo lah pandemi, segera pulang!

Kami rindu suasana lebaran, kumpul-kumpul bareng keluarga lagi. Rindu melihat anak-anak berebutan angpao, di saat hari yang fitri nanti. Makan bersama keluarga, tanpa harus menjaga jarak seperti anjuran pemerintah. Kami memimpikan akan semua suasana itu 😐

Padahal virus ini kecil, tapi keberadaannya yang tidak terlihat mata telanjang ini, dapat membuat semua orang panik. Allahu Akbar ….

Allah Maha Besar, Maha Segalanya, Maha Berkehendak dan Berkuasa ….

Saat Allah sudah menjadikan segala sesuatu untuk kun fayakun, pasti akan terjadi. Begitupun dengan Virus Covid-19. Mungkin Allah ingin kita lebih berlama-lama di rumah, khusus untuk beribadah. Bukan dengan ponsel pintar. Jangan sampai waktu 24 jam, saat lock down ini terbuang dengan sia-sia. Na’udzubillaah, jangan sampai.

Terimalah amal ibadah puasa kita yaa Robb. Jangan sampai setelah lebaran nanti, ibadah kita seperti itu-itu saja, tidak ada peningkatan. Justru setelah lebaran, seharusnya ibadah lebih ditingkatkan lagi .
Jangan sampai kami luput dari taufik dan hidayah-Mu yaa Robb. Karena tanpa adanya hidayah dan taufik, celakalah diri ini😭

Na’udzubillaahi min dzaalik … tidak mau dan jangan sampai 😭

Doa Bersama Yuk

Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika, wa syukrika wa chusni ‘alaa ‘ibaadatik. Yaa muqollibal quluubi tsabbit qolbi ‘alaa diinik, yaa muqollibal quluubi tsabbit qolbi ‘alaa tho’aatik.

Karena hanya Allah lah yang Maha Membolak-balikkan hati manusia.
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa mendapatkan hidayah, taufik dan ampunan-Nya. Aamiin allahumma aamiin.

Purwakarta, 18 Mei 2020
25 Ramadhan 1441 H