Dewi Adikara’s Studio

Make Up Your Produk or Service at Dewi Adikara’s Studio! Dapatkan kepercayaan dari customer dengan produk kita yang terjamin kualitas dan mutunya

Apa yang mau saya sharing lebih kepada pengalaman yang saya alami selama jualan online. Mengingat kita sebagai emak-emak yang hobi jualan, padahal aslinya kita juga sibuk banget dengan urusan rumah.

Bersyukur kita jadi emak di zaman sekarang ini yaa. Meski rebahan tetep bisa berpenghasilan πŸ˜‚

Eiiits, tapi ada dilema yang tak berkesudahan. Di saat kita sibuk ngurusin orderan, seneng liat transferan masuk, eeh ternyata anak dan suami sering kita abaikan πŸ˜“

Baik kita coba pelajari ya, apa sih yang jadi kendala kita. Dan apa yang saya sampaikan ini, berdasarkan pengalaman saya dalam MANAJEMEN WAKTU pribadi.

Kita tentu udah paham bahwa kita sebagai manajer keluarga. Maka, bersikaplah seperti seorang manajer. Jangan mentang-mentang di rumah, pake daster sobek-sobek dan rambut ga sisiran sekian hari (saya pernaah πŸ˜†).

Minimal, berpakaianlah yang rapi dan wajah bersih, untuk menyenangkan suami kala di rumah. Karena, kalo kerja di kantor kan biasa liat rok mini πŸ™ˆ jangan sampe pas di rumah males gegara liat kita.

Menyenangkan suami kan juga jadi pahala kita yaa.

Oh iyaa, sebelum jualan, udah pada minta izinkah sama suami? Ridho Allah ada diridho suami. Maka penting banget kita minta izin ke suami untuk kelancaran usaha kita.

Baca juga: Berbisnis dengan Allah

Saya berharap semuanya sudah izin yaa ….

Bagi yang belum, segera izin suami. Karena ini sangat berpengaruh untuk langkah kita kedepannya. Setidaknya kita bisa berbagi tugas dengan suami, saat kita butuh fokus ngurusin online.

Terus, apa kaitannya dengan manajemen waktu?

Sering kali kita terlalu asik megang ponsel, scroll media sosial, jawabin chat customer. Tapi kita mengabaikan kehadiran anak di samping kita.

Alih-alih punya waktu di rumah, yang katanya biar bisa punya waktu sama anak, eh ternyata malah asik sendiri dengan gadget kitaπŸ™ˆ
Nah, parahnya lagi supaya anak-anak diam mereka juga dikasih gadget padahal nggak sepenuhnya ini benar.

Biar segala sesuatunya bisa terlaksana. Ada baiknya, kita membuat to do list atau daftar kegiatan sehari-hari. Contoh to do list saya:
1. Turunkan list pagi di kelas POF
2. Menyapa Sakinah Team
3. Posting tugas POF
4. Rekap orderan Sakinah Team
5. Bikin invoice Sakinah Team
6. Les anak-anak
7. OLOC (One Love One Comment) POF
8. Bikin materi belajar Sakinah Team
9. Bikin feed IG

Nah, ini hanya contoh simple saja. Tapi, sebenarnya dalam sehari saya bisa 20-25 to do list 🀭🀭

Teman-teman di sini sudah pernah membuat seperti ini? πŸ‘†

Ternyata, semua bisa kita lakukan dengan seimbang lho. Asal kita punya planning dan timeline untuk mengatur semuanya dan saya sudah membuktikan ini.

Pasti pada nanya, terus tugas nginemnya kapan? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Alhamdulillah, saya punya suami yang luar biasa ….

Jadi tiap pagi, meski sibuk saya sempatkan tetap masak walaupun ala kadarnya. Terus kalau nyuci, sekarang kan udah ada mesin cuci, tinggal pencet-pencet aja. Soal jemur plus seterika, sudah jadi tugas suami 🀭🀭

Di sinilah pentingnya komunikasi suami dan istri.

Ketika teman-teman semua sudah minta ridho suami, maka sampaikan juga tentang kesediaan suami untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Sudah pernah diskusi tentang ini?

Baca juga: Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga di Tengah Pandemi

Nah, untuk yang belum, silahkan mulai mereset ulang semua planning dan bicarakan dengan suami tentang pembagian tugas. Tapi jangan sampai berdebat yaa 🀭

Setelah suami mengizinkan, mulailah menyusun planning tentang apa yang ingin teman-teman lakukan untuk bisnisnya. Disa dimulai dengan bikin planning pekan ini, apa saja yang mau dilakukan.

Contoh to do list tiap pekan yang umum saja:

  1. Sehari posting tiga kali sehari di FB dan IG
  2. Ikut kelas online
  3. Ikut pelatihan offline
  4. Me time

Terus, untuk yang bekerja bagaimana?

Sama saja, nggak ada bedanya. Hanya sesuaikan dengan jam kerja. Saya pun pernah bekerja kantoran selama lima belas tahun.

Lha, gimana ngaturnya tuh?

Misal setiap 30 atau 45 menit sekali, intip ponsel dan balas chat pasti bisa dong. Apalagi sekarang semua bidang kerja sudah menggunakan laptop atau komputer. Dimana kita bisa setting whatsaap atau telegram web. Kecuali yang kerjanya di industri atau pabrik, dengan aktifitas yang tidak menggunakan perangkat laptop atau komputer.

Jadi maaf bagi saya tidak ada alasan untuk tidak bisa membalas chat dalam suasana apapun. Kalau ada yang merasa tidak bisa membalas chat cepat, penyebabnya hanya satu. Karena tidak merasa cinta dengan aktifitas yang dilakukan.

Karena sejatinya sekarang ini dunia bisnis semua sudah serba digital jadi kecepatan kita fast respon itu adalah poin utama.

Dan ini semua ada dalam manajemen waktu kita. Kembalikan lagi apa tujuan kita untuk berbisnis. Apa yang mau kita capai dalam bisnis?

Saya yakin, ketika teman-teman semua mengingat itu, nggak akan ada alasan SAYA GAK SEMPAT, SAYA GAK PUNYA WAKTU πŸ€”

Karena semua orang di dunia ini mempunyai waktu yang sama, 24 jam. Jadi bagaimana memanfaatkan 24 jam itu? Jawabannya adalah dengan manajemen waktu kita sendiri 😊

Kembali ke tujuan bisnis tadi .…

Persiapkan tiga tujuan utama yang membuat kita memilih untuk berjualan. Pertama, tujuan jangka panjang, apa yang ingin kita capai dalam hidup kita. Kedua, tujuan yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun. Terakhir, tujuan jangka pendek, apa yang ingin kita capai satu tahun ke depan.

Setelah merenungi dan membuat peta tujuan bisnis kita, bagi lagi jadi bagian-bagian kecil. Susun langkah-langkah apa yang ingin kita lakukan tiap bulannya, bahkan per hari.

Misal bangun pagi jam 4, solat tahajud, siap-siap masak. Mulai dari menyiapkan anak dan suami beraktivitas, sampe pada berangkat. Itu dibuat jam- jamnya. Lalu saat agak lowong, kita bisa posting atau ngiklan di media sosial. Buat juga jamnya, jadi semua teratur dan terencana.

Lagi, misal saat anak pulang sekolah, maka kewajiban kita untuk membersamai si Kecil dulu. Jemput dia pulang sekolah, lalu sepanjang jalan ajak ngobrol. Bisa dengan menanyakan apa aja aktivitas yang ia lakukan di sekolah. Ini juga bisa jadi contoh manajemen waktu πŸ‘†

Sebagai langkah awal, setiap hari, buat enam list prioritas yg perlu kita lakukan selain aktivitas harian. Jika sudah ceklis, maka kita akan kaget melihat ternyata kita sangat produktif.

Lalu, buat ukuran atau standar keberhasilan kita sendiri dari setiap kegiatan yang kita lakukan. Misal, seharian ini kita bisa update status tiga kali di FB, atau bisa menyelesaikan target setrikaan dua ember. Jika selesai, nggak ada salahnya kita memberi reward dengan jajan coklat.

Sbeagai catatan, jangan membuat daftar yang terlalu panjang untuk awal-awal. Karena malah akan bikin kita gagal fokus.

Kita hanya berikhtiar yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh. Karena ikhtiar itu sebuah perbuatan, sedangkan rezeki itu mutlak urusan Allah.

Dan satu hal lagi yang terpenting adalah jangan lupa Me Time πŸ€­πŸ˜‚

Emak-emak seperti saya ini, juga perlu dong sesekali me time atau refreshing. Meski cuma sekedar luluran, facial atau shopping. Itu perlu banget 🀭

Kenapa emak-emak perlu me time?

Karena meski di rumah, tingkat stres emak-emak bisa berlipat-lipat dari yang kerja kantoran. Dan saya mengalami ini di awal-awal saya resign.

Jadi, meski hanya sepekan sekali, tetap jadwalkan untuk me time.

Trus anak anak gimana ?

Rundingkan lagi dengan suami, jadi semua akan bisa terlaksana πŸ€—

Semoga bermanfaat dan semoga sukses selalu.

Sidoarjo, 07 Mei 2020