Dewi Adikara’s Studio

Make Up Your Produk or Service at Dewi Adikara’s Studio! Dapatkan kepercayaan dari customer dengan produk kita yang terjamin kualitas dan mutunya

Infak dan sedekah hampir memiliki artian yang sama, namun ternyata sedikit berbeda.
Infak biasanya berupa uang, sedangkan sedekah bisa berupa uang atau harta benda.

Sedangkan Zakat menurut Undang-undang Republik Indonesia No.23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Infak merupakan harta yang dikeluarkan oleh Seseorang atau badan usaha diluar zakat untuk kemaslahatan Umat. Sedangkan sedekah ialah harta atau non harta yang dikeluarkan untuk kemaslahatan Umat.
Infak hanya berupa uang, sedangkan sedekah berupa harta atau non harta.

Sebagaimana Hadits Nabi yang diriwayatkan Oleh Al-Bukhori ini :
كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَة
“Setiap kebaikan adalah sedekah”
Jadi perbedaan Infak dan sedekah itu hukumnya Sunnah. Jika tidak pun tidak akan berdosa. Namun jika dikerjakan akan mendapatkan balasan Pahala dari Allah Subhaanahu Wa Ta’aala.

Namun untuk Zakat, ini hukumnya wajib.
Kategori zakat dibagi dua Bagian, yaitu Zakat Fitrah dan Zakat Mal atau Zakat Harta.
Zakat Fitrah ini hanya dikeluarkan di Bulan Ramadhan saja. Semua Umat Islam Wajib mengeluarkan Zakat Fitrah, karena Zakat Fitrah ini hakikatnya untuk membersihkan diri.
Sebagaimana saat Idul Fitri nanti Kita terlahir suci seperti Bayi yang baru saja lahir.

Pas banget, Hari ini kamis tanggal 13 Mei 2020 Umat Islam sedang melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan. Dan semua Umat Islam di Wajibkan untuk mengeluarkan Zakat Fitrah ini.
Dari mulai Bayi baru lahir sampai Orang dewasa hukumnya Wajib. Karena hanya dikeluarkan setahun sekali .
Batasnya sebelum terbit Fajar atau sebelum Sholat Shubuh.

Sedangkan untuk zakat Mal atau zakat harta, ini hanya diwajibkan kepada Mereka yang memiliki Usaha atau penghasilan yang minimal sudah Satu Tahun atau (Haul) mencapai Nisob atau sudah mampu. Dan ada rinciannya dari masing-masing harta yang harus dizakatkan atas hasil usahanya tersebut.
Kalau sudah mancapai haul dan nisob, namun tidak dikeluarkan sangatlah berdosa Orang tersebut sebagaimana Wajibnya Zakat Fitrah. Karena Apa yang sudah Ia peroleh itu ada sebagian Hak untuk Mereka yang membutuhkan.
Dan kalau tidak dikeluarkan, itu sama saja hak Mereka yang membutuhkan ditahan. Dan juga untuk membersihkan atas apa yang telah diperoleh nya, jika ada yang subhat zakat Mal tersebutlah pembersihnya.

Sedangkan Pengertian untuk Wakaf sendiri, sebagaimana yang ada dalam Al-Qur’an Surah Ali-Imran ayat 92.
لَنْ تَناَلُ البِرَّحَتّى تُنْفِقُوا مِمَّاتُحِبُّونَ وَماَتُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاءِ الله بِه عَليم
“Kamu Sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna)sebelum kamu menafkahkan sebagian dari apa yang Kamu Cintai” (Qs. Ali-Imran :92)

Bahkan dari Abu Hurairah Radiyallaahu Anhu, Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

اِذاَماَتَ الْاِنْساَنُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ الّاَ مِنْ ثَلَثةٍ مِنْ صَدَقًةٍ جاَرِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صاَلِحٍ يَدْعُوْلَهُ

“Jika Anak Adam telah meninggal dunia maka terputuslah semua amal bertindaknya melalui tiga perkara, yaitu shodaqoh jariyyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a Anak yang sholih” (HR. Muslim no. 1631)

Karena menurut Para ‘Ulama, wakaf ini merupakan sedekah jariyah yang bersambung manfaatnya. Karena benda tersebut yang diwakafkan bermanfaat untuk Umat atau Lembaga. Jadi tidak terputus amal Ibadah Para Muwakif ini jika kelak Mereka sudah meninggal dunia.

Itulah perbedaan infak, sedekah, zakat dan Wakaf.

Karena Investasi sesungguhnya Ialah menyisihkan atas apa yang dicintai dan dibelanjakan dijalan Allah.
Karena Antara Wakaf dan Menabung itu jelas berbeda yaa 🤗
Menabung tidak masuk Kategori Infak atau Wakaf, tetapi Wakaf ialah Tabungan Untuk di Akhirat kelak.

Wallaahu ‘Alam Bish-showaab..

Purwakarta, 14 Mei 2020
21 Ramadhan 1440 H